psikologi anak tunarungu

Pengertian Dan Ciri-Ciri Anak Tunarungu
Sistem pendengaran manusia secara anatomis terdiri dari tiga bagian penting,yaitu telingga bagian luar, telinga bagian tengah, telinga bagian dalam struktur telingga bagian luar meliputi liang telinga yang memiliki panjang kurang lebih 2,5 cm dan daun telinga (auricula). Strukur telinga bagian tengah meliputi gendang telinga eudrum tulang pendengaran (malleus, incus, stapes), rongga telinga tengah (cavum tympani) dan serambi (vestibule). Struktur telinga bagian dalam susunannya meliputi saluran gelung setengah lingkaran (canalis semi circulas) serta rumah siput (cochlea).
Secara fisiologi, struktur telinga manusia dibedakan menjadi dua bagian yaitu organ telinga berfungsi sebagai penghantar dan organ telinga berfungsi sebagai penerima. Organ telingga berfungsi sebagai penghantar meliputi organ telinga yang terdapat ditelingga bagian luar, telinga bagian tengah, dan sebagian telinga bagian dalam. Sedangkan organ telinga berfungsi sebagai penerima meliputi sebagian telinga bagian dalam, syaraf pendengaran (audiotory nerve), dan sebagai dari otak yang mengatur persepsi bunyi.
Tunarungu dapat diaratikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai rangsangan, terutama melalui indera pendengarannya. Batasan pengertian anak tunarungu lebih banyak dikemukakan oleh para ahli yang semuanya itu pada dasarnya mengandung pengertian yang sama, dibawah ini dikemukan beberapa definisi anak tunarungu.
Andreas dwidjosumarto (1990;1) mengemukakan bahwa seseorang yang tidak atau kurang mampu mendengar suara dikatakan tunarunggu.ketunarungguan dibedakan menjadi dua ketegori yaitu tuli (deaf) dan kurang dengar (low of hearing). Tuli adalah mereka yang indera pendengarannya mengalami kerusakan dalam taraf berat sehingga pendengaran tidak berfungsi lagi, sedangkan kurang dengar adalah merka yang indera pendengarannya mengalami kerusakan tetapi masih dapat berfungsi untuk mendengar,baik dengan maupun tanpa menggunakan alat bantu dengar (hearing aids).

Ciri ciri anak tunarungu yaitu:
Tunarungu ringan:
1. Dapat mengerti percakapan bias dengan jarak sangat dekat.
2. Kemampuan mendengar masih baik karena berada digaris batas antara pendengaran normal dan kekurangan pendengaran taraf ringan.
3. Kesulitan menangkap isi pembicaraan dan lawan bicaranya,jika berada pada posisi tidak searah dengan pandangan(berhadapan).
4. Bisa mengikuti pembelajaran sekolah tapi denga kelas khusus.

Tunarungu sedang:
1. Dapat mengerti percakapan keras pada jarak dekat kira kira 1 meter, sebab ia kesulitan menangkap percakapan pada jarak normal.
2. Kesulitan menggunakan bahasa dengan benar dalam percakapan.
3. Pembendaharaan kosakatanya sangat terbatas.

Tunarunggu berat:
1. Biasanya ia tidak menyadari bunyi keras sama sekali tidka mendengar.
2. Anak tunarungu meskipun menggunakan pengeras suara, tetapi tidak dapat memahami atau menangkap suara.
3. Melatih membaca bibir, latihan mendengar atau kesadaran bunyi.
4. Perlu dilatih,dibimbing terus menerus.

Faktor Penyebab Anak Tunarunggu
1. Ketulian disebabkan karena virus toxoplasma rubella atau campak, herpes, dan sipilis ,terkadang kedua orang tua tidak menyadari bahwa dirinya mengidap virus tersebut sehingga menyebabkan ketulian pada anaknya kelak.
2. Lahir premature, belum genap bulannya juga bisa menyebabkan ketulian pada anak.
3. Ketulian juga bisa disebabkan karena sang ibu pada saat hamil, berusaha mengugurkan janin yang ada dalam kandungan.
4. Anak yang baru lahir dan kekurangan oksigen pun bisa menjadi tuli.
5. Meningitis atau radang selaput otak.
6. Otitis medis atau radang telingga bagian tengah menimbulkan nanah yang dapat mengumpul dan menganggu hantaran bunyi, otitis media adalah penyakit yang sering terjadi pada masa kanak-kanak sebelum mencapai usia 6 tahun.
7. Penyakit lain atau kecelakaan yang dapat mengakibatkan kerusakan alat alat pendengaran bagian tengah dan dalam.

Klasifikasi Anak Tunarunggu
Klasifikasi secara etiologis
Yaitu pembagian berdasarkan sebab sebab,dalam hal ini penyebab ketunarungguan ada beberapa faktor yaitu;
1. Pada saat sebelum dilahirkan, dalam hal ini jika salah satu atau kedua orang tua anak menderita tunarunggu atau mempunyai gen sel pembawa sifat abnormal, faktor karena penyakit karena keracunan obat obatan.
2. Pada saat kelahiran, dimana sewaktu melahirkan, ibu mengalami kesulitan sehingga persalianan dibantu dengan penyedotan(tang), prematuritas, yakni bayi yang lahir sebelum waktunya.
3. Pada saat setelah kelahiran, dalam hal ini ketulian yang terjadi karena infeksi pemakaian obat obatan ototoksi pada anak anak karena kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat pendengaran bagian dalam, misalnya jatuh.

Dampak Ketunarunguan
Proses internasasi suara pada seseorang mengalami ketunarungguan mengalami masalah sebab organ pendengaran dibagian luar,bagian tengah,dan bagian dalam yang menghubungkan ke syaraf pendengaran sebagai organ terakhir dari rangkaian proses pendengaran mengalami gangguan, terganggunya organ ini berpengaruh terhadap kepekaan suara nada rendah dan nada tinggi.
Ada dua bagian penting mengikuti dampak terjadinya hambatan sebagaimana diuraikan diatas, Pertama: konsekuensi akibat gangguan pendengaran atau tunarungu tersebut bahwa penderitanya akan mengalami kesulitan dalam menerima segala macam rangsang atau peristiwa bunyi yang ada disekitarnya. Kedua: akibat kesulitan menerima rangsang bunyi tersebut konsekuensinya penderita tunarungu akan mengalami kesulitan pula dalam memproduksi suara atau bahasa yang terdapat disekitarnya
Berangkat dari kedua bentuk kesulitan pada seseorang yang mengalami ketunarunguan,maka kehilangan pendengaran bagi seseorang sama halnya mereka telah kehilangan sesuatu yang berarti,sebab pendengaran merupakan kunci utama pembuka tabir untuk dapat meniti tugas perkembangan secara optimal atas dasar itulah anak tunarungu yang belum terdidik dengan baik,tampak pada dirinya seperti terbelakang, walaupun hal ini sebenarnya masih semu (psedoretardation) serta tampak tidak komunikatif.

Perkembangan Kognitif Anak Tunarungu
Pada umumnya inteligensi anak tunarungu secara potensial sama dengan anak normal, tetapi secara fungsional perkembangannya dipengaruhi oleh tingkat kemampuan berbahasanya, keterbatasan informasi, dan kiranya daya abstraki anak, akibat ketunarunguan menghambat proses pencapaian pengetahuan yang lebih luas. Dengan demikian perkembangan intelegensi secara fungsional terhambat. Perkembangan kognitif anak tunarungu sangat dipengaruhi oleh perkembangan bahasa, sehingga hambatan pada bahasa akan menghambat perkembangan inteligensi anak tunarungu.
Kerendahan tingkat inteligensi anak tunarungu bukan berasal dari hambatan intelektualnya yang rendah melainkan secara umum karena inteligensinya tidak mendapat kesempatan untuk berkembang. Pemberian bimbingan yang teratur terutama dalam kecakapan berbahasa akan dapat membantu perkembangan inteligensinya anak tunarungu. Tidak semua aspek inteligensi anak tunarungu terhambat. Aspek inteligensi yang terhambat perkembangannya ialah yang bersifat verbal, misalnya merumuskan pengertian menghubungkan, menarik kesimpulan, meramalkan kejadian.

Perkembangan Emosi Anak Tunarungu
Kekurangan akan pemahaman bahasa lisan atau tulisan seringkali menyebabkan anak tunarungu menafsirkan sesuatu secara negatif atau salah dan ini sering menjadi tekanan bagi emosinya, tekanan pada emosinya itu dapat menghambat perkembangan pribadinya dengan menampilkan sikap menutup diri, bertindak agresif, atau sebaliknya menampakkan kebimbangan dan keragu-raguan. Emosi anak tunarungu selalu bergolak disatu pihak karena kemiskinan bahasa dan dipihak lain karena pengaruh dari luar yang diterimanya, anak tunarungu bila ditegur oleh orang yang tidak dikenalnya akan tampak resah dan gelisah

Perkembangan Sosial Anak Tunarungu
Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan kebersamaan dengan orang lain.demikian pula anak tunarungu .ia tidak terlepas dari kebutuhan tersebut,akan tetapi karena mereka memiliki kelainan dalam segi fisik. Biasanya akan menyebabkan suatu kelainan dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan, pada umumnya lingkungan melihat mereka sebagai individu yang memiliki kekurangan dan menilainya sebagai seseorang yang kurang berkarya. Dengan penilaian lingkungan yang demikian,anak tunarungu merasa benara benar kurang berharga.dengan penilaian dari lingkungan yang demikian juga memberikan pengaruh yang benar benar besar terhadap perkembangan fungsi sosial. Anak tunarungu banyak dihinggapi kecemasan karena menghadapi lingkungan yang beraneka ragam komunikasinya. Hal seperti ini akan membingungkan anak tunarungu. Anak tunarungu sering mengalami berbagai konflik, kebingungan dan ketakutan karena ia sebenarnya hidup dalam lingkungan yang bermacam-macam.
Hubungan sosial banyak ditentukan oleh komunikasi antara seseorang dengan orang lain.kesulitan komunikasi tidak bisa dihindari, namun bagi anak tunarungu tidaklah demikian karena anak ini mengalami hambatan dalam berbicara. Kemiskinan bahasa membuat dia tidak mampu terlibat secara baik dalam situasi sosialnya, sebaliknya,orang lain akan sulit memahami perasaan dan pikirannya

Perkembangan Bahasa Dan Bicara Anak Tunarungu
Perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan ketajaman pendengaran. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran, anak tunarungu tidak mampu mendengar dengan baik, dengan demikian pada anak tunarungu tidak terjadi proses peniruan suara setelah masa meraban, proses peniruannya hanya terbatas pada peniruan visual, selanjutnya dalam perkembangan bicara dan bahasa, anak tunarungu memerlukan pembinaan secara khusus dan intensif sesuai dengan kemampuan dan taraf ketunarunguannya.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipergunakan manusia dalam mengadakan hubungan dengan sesamanya, hal ini berarti bila sekelompok manusia memiliki bahasa yang sama,maka mereka akan dapat saling bertukar pikiran mengenai segala sesuatu yang dialami secara konkret maupun yang abstrak, tanpa mengenal bahasa yang digunakan suatu masyarakat, kita sukar mengambil bagian dalam kehidupan sosial mereka, sebab hal tersebut terutama dilakukan dengan media bahasa. Dengan demikian bila kita memiliki kemampuan berbahasa berarti kita memiliki media untuk berkomunikasi.
Bahasa mempunyai fungsi peranan pokok sebagai media untuk berkomunikasi, dalam fungsinya dapat pula dibedakan berbagai peran lain dari bahasa seperti;
1. Bahasa sebagai wahana untuk mengadakan kontak/hubungan.
2. Untuk mengungkapkan perasaan,kebutuhan,dan keinginan.
3. Untuk mengatur dan menguasai tingkah laku orang lain.
4. Untuk pemberian informasi.
5. Untuk memperoleh pengetahuan.

Perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi anak tunarungu terutama yang tergolong tunarungu total tentu tidak mungkin untuk sampai pada penguasaan bahasa melalui pendengarannya, melainkan harus melalui penglihatannya dan memanfaatkan saja pendengarannya, oleh sebab itu komunikasi bagi anak tunarungu mempergunakan segala aspek yang ada pada dirinya.
Adapun berbagai media komunikasi yang dapat digunakan sebagai berikut: Bagi anak tunarungu yang mampu berbicara, tetap mengunakan bicara sebagai media dan membaca ujaran sebagai sarana penerimaan dari pihak anak tunarungu, menggunakan media tulisan dan membaca sebagai sarana penerimaannya, menggunakan isyarat sebagai media.

Perkembangan Perilaku Anak Tunarungu
Kepribadian pada dasarnya merupakan keseluruhan sifat dan sikap pada seseorang yang menentukan cara cara yang unik dalam penyesuaian dengan lingkungan, oleh karena itu banyak para ahli berpendapat perlu diperhatikannya masalah penyesuaian seseorang agar dapat mengetahui bagaimana kepribadiannya. Demikian pula anak tunarungu untuk mengetahui keadaan kepribadiannya, perlu kita perhatikan bagaimana penyesuaian diri mereka.
Perkembangan kepribadian banyak ditentukan oleh hubungan antara anak dan orang tua terutama Ibunya, lebih lebih pada masa awal perkembangannya, perkembangan kepribadian terjadi dalam pergaulan atau perluasan pengalaman pada umumnya dan diarahkan pada faktor anak sendiri, pertemuan antara faktor faktor dalam diri anak tunarungu, yaitu ketidakmampuan menerima rangsang pendengaran, kemiskinan berbahasa, ketidaktetapan emosi, dan keterbatasan inteligensi dihubungkan dengan sikap lingkungan terhadapnya menghambat perkembangan kepribadiannya.

(n/b: dari berbagai sumber)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s